Showing posts with label Renungan dan Artikel. Show all posts
Showing posts with label Renungan dan Artikel. Show all posts

Monday, November 1, 2010

ARTI SEBUAH KEGAGALAN (ABRAHAM LINCOLN)

Tahun 1809 : Lahir di Hardin County, Kentucky pada tanggal 12 February dari pasangan Thomas Lincoln dan Nancy Hanks, keluarga petani miskin dan tidak berpendidikan. Kakeknya memiliki nama yang sama dengannya. Namun tentang kakeknya, ia pernah berkata:
“Aku tidak tahu siapa kakekku; aku lebih ingin tahu akan menjadi seperti apakah cucunya.”

Tahun 1816: Ia dan keluarganya dipaksa keluar rumah kontrakan karena orang tuanya tidak lagi sanggup lagi membayar sewa.

Tahun 1818 : Ibunya meninggal akibat milk sickness.

Tahun 1831 : Gagal dalam bisnis.

Tahun 1832 : Kalah dalam pemilihan anggota dewan negara bagian Illinois.

Tahun 1833 : Kegagalan bisnis yang kedua kalinya membuatnya harus membanting tulang selama 17 tahun untuk bisa melunasi hutang-hutang kepada sahabatnya yang digunakan sebagai modal.

Tahun 1834: Mencalonkan diri menjadi anggota Dewan Perwakilan di negara bagiannya, kali ini Ia menang.

Tahun 1835 : Tunangannya, Ann Rutledge meninggal dunia akibat tifus (25 Agustus).

Tahun 1836 : Mengalami kebangkrutan yang membuatnya depresi dan terkena serangan penyakit saraf total hingga harus terbaring selama 6 bulan di tempat tidur dan hampir masuk RSJ.

Tahun 1838 : Kalah sebagai calon juru bicara Dewan Perwakilan negara bagian.

Tahun 1840 : Kalah sebagai calon Anggota Badan Pemilihan Umum.

Tahun 1841 : Mengalami serangan depresi berat hingga ia mengeluarkan pernyataan:
“Aku sekarang adalah orang yang paling malang yang pernah hidup. Seandainya yang kurasakan dibagikan secara merata kepada seluruh keluarga umat manusia, tidak ada wajah yang penuh keceriaan di muka bumi. Entahkah aku akan menjadi lebih baik, aku tidak dapat memberitahukannya; aku mempunyai firasat bahwa aku tidak akan menjadi lebih baik. Untuk tetap menjadi diriku apa adanya seperti sekarang ini adalah hal yang mustahil.”

Tahun 1843 : Kalah sebagai calon anggota Konggres.

Tahun 1846 : terpilih sebagai anggaota U.S. House of Representatives

Tahun 1848 : Kalah sebagai calon anggota Konggres untuk kedua kalinya.

Tahun 1849: Ditolak saat melamar pekerjaan di kantor urusan pertanahan.

Tahun 1850 : Tanggal 1 February, putra keduanya, Edward Baker Lincoln meninggal akibat TBC. Menurutnya inilah cobaan yang terberat baginya.
“Ketika meninggalkan Springfield, aku memohon supaya mereka mendoakanku; aku bukanlah orang Kristen. Ketika aku memakamkan anak lelakiku –adalah cobaan yang berat dalam hidupku- aku bukanlah orang Kristen. Namun ketika aku pergi ke Gettysburg, dan melihat makam ribuan tentara, lalu disanalah, Aku mengabdikan diriku kepada KRISTUS.”

Tahun 1855 : Kalah sebagai calon anggota Senat.

Tahun 1856 : Kalah sebagai calon Wakil Presiden dalam konvensi nasional partainya. Ia memperoleh kurang dari seratus suara.

Tahun 1858 : Kalah sebagai calon anggota Senat.

Tahun 1860 : Terpilih sebagai Presiden AS ke-16 mewakili partai Whig Republic,

Tahun 1862 : Tanggal 20 February, putra ketiganya, William Wallace Lincoln meninggal akibat lever.

Tahun 1964 : Terpilih kembali menjadi Presiden.

Tahun 1865 : 15 April 1865, meninggal dunia dalam usia 56 tahun akibat penembakan sehari sebelumnya di teater Ford, Washington D.C. Penembaknya adalah John Wilkes Booth, seorang pemain sandiwara pendukung Konfederasi yang memiliki gangguan jiwa.

Kisah di atas adalah perjalanan hidup Abraham “Abe” Lincoln yang penuh dengan kegagalan, bahkan ia harus meninggal dunia sebelum menyelesaikan masa jabatannya sebagai Presiden.
Abraham Lincoln adalah seorang pekerja keras yang tidak pernah putus asa. Ia pernah bekerja sebagai pembelah kayu pagar, menjadi tentara, menjadi kelasi di kapal-kapal sungai, juru tulis, mengurus kedai, kepala kantor pos, dan menjadi pengacara hingga akhirnya ia berhasil terpilih sebagai Presiden Amerika ke-16 (4 Maret 1861 - 15 April 1865).

"Keyakinan kita untuk meraih sukses adalah jauh lebih penting dari apapun juga. Sukses berarti kegagalan berulang-ulang tanpa kehilangan antusiasme."
(Abraham Lincoln) 

"Jalan itu licin dan menggelincirkan, satu kakiku terpeleset di atasnya, menendang kaki lainnya keluar dari jalur, namun aku kembali tegak dan berkata-kata kepada diriku sendiri ‘Itu cuma terpeleset dan aku tidak jatuh."
(Abraham Lincoln)

"Keyakinan kita untuk meraih sukses adalah jauh lebih penting dari apapun juga. Sukses berarti kegagalan berulang-ulang tanpa kehilangan antusiasme."
(Abraham Lincoln)

Beberapa orang mendefenisikan kegagalan dalam tulisan mereka:

Kegagalan tidak berarti bahwa Anda adalah orang yang gagal itu;
Itu berarti Anda belum berhasil.
Kegagalan tidak berarti bahwa Andatidak menyelesaikan satu pun;
Itu berarti Anda telah belajar mengenai sesuatu.
Kegagalan tidak berarti bahwa Anda adalah seorang yang bodoh;
Itu berarti Anda memiliki iman yang besar.
Kegagalan tidak berarti bahwa Anda sudah dipermalukan;
Itu berarti Anda mau mencoba.
Kegagalan tidak berarti bahwa Anda tidak memilikinya;
Itu berarti Anda harus melakukan sesuatu dengan cara yang berbeda.
Kegagalan tidak berarti bahwa Anda rendah;
Itu berarti Anda tidak sempurna.
Kegagalan tidak berarti bahwa Anda telah menyia-nyiakan hidup Anda;
Itu berarti Anda memiliki alas an untuk memulai sesuatu yang baru.
Kegagalan tidak berarti bahwa Anda seharusnya menyerah;
Itu berarti anda harus berusaha lebih keras.
Kegagalan tidak berarti bahwa Anda tidak pernah mencapainya;
Itu berarti Anda tinggal sedikit lagi.
Kegagalan tidak berarti bahwa TUHAN telah mengabaikan Anda;
Itu berarti tuhan memiliki cara yang lebih baik.

“Lebih berharga mencoba sesuatu dan gagal daripada tidak mencoba sama sekali dan berhasil. Hasilnya mungkin sama, tetapi Anda tidak akan demikian. Karena kita selalu bertumbuh melalui kekalahan-kekalahan daripada kemenangan-kemengan.”

“Selalu ada harapan untuk setiap kegagalan, selama ia tidak menyalahkan orang lain karena nasibnya.”

“Kegagalan adalah batas ketekunan yang paling sedikit.”

“Tidak ada seorangpun yang pernah gagal. Mereka hanya berhenti mencoba. Banyak dari orang-orang terbaik begitu sering mencoba dan gagal kemudian berhenti mencoba –namun mencoba sekali lagi- dan berhasil.”

SAHABAT, KETIKA ENGKAU GAGAL, JANGAN PERNAH PUTUS ASA ………………!!!
Saat bermain catur, tidak selamanya kita harus maju ke depan, terkadang kita harus mundur untuk memulai sebuah strategi baru demi mencapai kemenangan……
Untuk melompat lebih jauh, kita harus mundur beberapa langkah.... 
Hidup memang sebuah keajaiban, tapi kita hidup bukan untuk menunggu keajaiban,melainkan untuk menyambut keajaiban dengan usaha kita ……..
Jatuh bukanlah waktu untuk berhenti dan beristirahat, melainkan waktu untuk bangkit…..
JANGAN PERNAH BEHENTI MENCOBA,TETAPLAH BERUSAHA,DAN TERUSLAH BERJUANG ………..!!!


“TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya; apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya.”
(Mazmur 37:23-24)



“Mereka rebah dan jatuh, tetapi kita bangun berdiri dan tetap tegak”
(Mazmur 20:9)

“Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana”
(Ams. 24:16)


(Hans "Sheva On 7" Shevchenko)

Daftar Bacaan:
Wikipedia
5.000 Kata Hikmat (Robert Blackhouse)

Monday, June 14, 2010

TEMPAYAN BOCOR

Seorang pemikul air di India memiliki 2 buah ember. Masing2 ember tergantung di ujung pikulan yg ia sangga dgn bahunya. Salah satu ember dlm keadaan bocor, sdg ember yg satunya lagi sempurna.

Setelah menempuh perjalanan yg cukup jauh dari sumber air ke rumah tuannya, ternyata air ember yg bocor tinggal setengahnya, sedang di ember yg satu lagi tetap penuh. Ember yg bocor merasa malu dng ketidak sempurnaannya krn ia hanya mampu membawa setengah dari yg diharapkan.

Ember yg sempurna merasa bangga dng prestasinya krn seluruh kewajibannya dpt diselesaikan. Setelah 2 thn berjln,, ember yg bocor tdk tahan lagi& ia pun berkata kpd tuannya,"Aku merasa malu sekali & ingin meminta maaf atas ketidak mampuanku."

"Mengapa engkau hrs malu?"Tanya pemikul air itu.
"Krn selama 2 thn ini, aku tdk mampu melakukan tugas dng sempurna, aku hanya bisa menyelesaikan setengah dari kewajibanku, padahal e'kau telah bersusah payah membawaku. Lubang pada tubuhku ini menyebabkan air bocor sepanjang jalan" jawab sang ember.

Si pemikul air berkata, "Apakah kamu memperhatikan bhw di sepanjang jalan, pd sisi kamu berada penuh dng bunga yg indah, sedang di sisi lain tidak?" "Memang benar, aku telah memperhatikannya,"kata sang ember. Kemudian si pemikul air itu melanjutkan, "Itu terjadi krn aku tahu kekuranganmu & aku memanfaatkan kelemahanmu.

Aku telah menabur bunga di sepanjang sisimu, & kamu telah menyiramnya setiap hari. Dan hasilnya? Setiap hari selama 2 thn ini aku dpt menghias meja tuanku dng bunga2 yg indah, yg kamu sirami setiap hari".

Ketahuilah, bhw memang kita semua memiliki kekurangan, namun bila kita mau, TUHAN dpt menggunakan kekurangan itu utk menghias meja BAPA di surga & memuliakanNYA.

Jangan kuatir dengan kekurangan kita, krn pd kelemahan dapat kita temukan kekuatan! Terkadang apa yg menjadi kekurangan kita, justru bisa menjadi kelebihan kita. Amin..?

1 Korintus 12:10-11
Seorang ibu yang sudah tua memiliki 2 buah tempayan, yang dipikul di pundaknya dengan menggunakan bambu.



Salah 1 dari tempayan itu retak, sedangkan yang 1nya tidak bercela dan selalu memuat air hingga penuh.




Setibanya di rumah setelah menempuh perjalanan panjang dari sungai, air di tempayan yang retak tinggal separuh.Selama 2 tahun hal ini berlangsung setiap hari, dimana sang ibu tua membawa pulang air hanya 1 1/2 tempayan.

Tentunya si tempayan yang utuh sangat bangga akan pencapaiannya. Namun tempayan yang retak merasa malu akan kekurangannya&sedih, sebab dia hanya bisa memenuhi 1/2 dari kewajibannya.

Setelah 2 tahun yang dianggapnya sebagai kegagalan, akhirnya dia berbicara kepada ibu tua di dekat sungai.
"Aku malu, sebab air bocor melalui bagian tubuhku yang retak di sepanjang jalan menuju ke rumah mu."
Ibu itu tersenyum dan menjawab,"Tidakkah kau lihat bunga yang beraneka ragam di jalur yang kau lalui, namun tidak ada di jalur yang lainnya? Aku sudah tau kekuranganmu, jadi aku menabur benih bunga di jalurmu dan setiap hari dalam perjalanan pulang kau menyirami benih2 itu, selama 2 tahun ini pula aku bisa memetik bunga2 yang cantik untuk menghias meja.Kalau kau tidak seperti itu, maka rumah ini tidak bisa seasri seperti ini sebab tidak ada bunga.



"Kita semua punya kekurangan masing2...Namun kekurangan itulah yang menjadikan hidup kita bersama menjadi menyenangkan dan memuaskan dengan saling melengkapi 1 dengan yg lain.Kita harus bisa menerima setiap orang apa adanya dan mencari yang terbaik dalam diri mereka.

Saudaraku sesama tempayan yang retak, semoga harimu menyenangkan.
Jangan lupa mencium wanginya bunga di jalurmu.


Read more about Sejati Dalam Persahabatan in:
http://www.facebook.com/note.php?saved&&suggest¬e_id=93379612648#/note.php?note_id=96502457648

BERHENTI BERMIMPI

Hans Babblinger dari Ulm di Jerman ingin terbang. Ia ingin melepaskan diri dari daya tarik bumi. Ia ingin terbang menjulang tinggi seperti buurung.

Masalahnya, ia hidup di awal abad ke-16. Belum ada kapal terbang, tidak ada helicopter, tidak ada mesin terbang. Ia seorang pemimpi yang lahir terlalu cepat.

Akan tetapi, Hans Babblinger meniti karier dengan membantu orang mengatasi hal yang mustahil. Ia membuat anggota badan palsu. Pada zamannya, amputasi merupakan pengobatan yang biasa untuk berbagai penyakit dan luka, sehingga ia selalu sibuk.

Bibblinger ingin melakukan hal yang sama bagi dirinya sendiri. Setelah beberapa waktu berlalu, ia mnggunakan keterampilannya untuk membuat sepasang sayap. Segera tiba waktunya untuk mencoba sayap itu danmengetes sayap-sayapnya di bukit-bukit Alpen Bavaria. Pilihan baik. Pilihan yang membawa untung. Arus udara yang naik merupakan hal yang biasa di daerah itu. Pada suatu hari bersejarah dengan teman-temannya menonton dan bersinar cerah, ia melompat dan melayang ke bawah dengan aman. Hatinya berdebar-debar. Teman-temannya menepuk tangan.

Raja akan datang ke Ulm dan Uskup serta para warga kota ingin mempesona sang raja. Terbetik berita tentang percobaan terbang Hans, jadi mereka meminta mereka untuk terbang di hadapan raja. Hans setuju.

Namun mereka ingin satu perubahan. Mengingat akan banyak penonton dan bukit-bukit itu sulit didaki, dapatkah hans memilih tempat di dataran rendah untuk terbang?

Hans memilih daaerah perbukitan dekat sungai donau. Daerah itu lebar dan datar dan sungai itu cukup jauh di bawah. Ia akan melompat dari pinggir bukit dan melayang ke bawah menuju sungai.

Pilihan yang salah. Di bukit-bukit itu tidakterdapat arus angin yang cukup kuat. Maka di depan raja dan pegawai-pegaeai istana, dan separuh desa, Hans melompat dan seperti batu jatuh langsung ke dalam sungai. Raja kecewa dan sang Uskup malu setengah mati.

Coba tebak apa yang dikatakan sang Uskup dalam khotbahnya Minggu itu! “MANUSIA MEMANG TIDAK DITAKDIRKAN UNTUK TERBANG.” Hans percaya dan terbelenggu oleh mimbar, ia menyimpan sayap-sayapnya dan tidak lagi mencoba terbang. Tidak lama kemudian ia meninggal, dicengkeram daya tarik bumi, dikuburkan dengan impiannya.

Sadar atau tidak, terkadang kata-kata kita telah menjadi batu sandungan, melemahkan, dan mengubur impian orang lain. Mengatakan kepada mereka apa yang tak dapat mereka lakukan. Hal seperti itu telah dilakukan banyak orang sejak zaman Kristus, zanam Hans Babblinger hingga hari ini dan Allah tak akan senang kalau ada yang mencoba menghalangi orang untuk terbang.

TUHAN bergembira ketika menyaksikan Hans Bibblinger terbang. TUHAN sbergembira ketika kita bermimpi. TUHAN bersukaria dengan sesuatu yang baru dan melihat umat-Nya melakukan hal-hal yang menurut orang lain tidak mungkin.

Jangan pernah berhenti untuk bermimpi. Memberi sayap kepada orang lain membebaskan orang lain

KISAH-KISAH DIBALIK TENGGELAMNYA TITANIC

Pendeta J. Stuart Holden, 38 tahun, menghadapi suatu masalah ketika ia banggun di pastorinya di London, 9 April 1912. Berlayar atau tidak? Sebagai pengkhotbah yang terkenal di gereja Anglikan di St. Paul, Portman Square yang kemudian di kenal sebagai St. Paul di Robert Adam Street; di mana-mana ia diminta menjadi pembicara pada acara-acara seperti Konvensi Keswick yang terkenal di Inggris Utara. Perjalanannya untuk pelayanan telah membawanya melintasi Atlantik tidak kurang dari 35 kali dan ia akan naik kapal untuk yang ke-36 kali.

Ia sendirian di rumah. Tanpa di duga-duga, isterinya harus dirawat di rumah sakit untuk operasi. Sekali lagi, Stuart mengamat-amati tiket yang seakan menatap ke arahnya. Di tiket tersebut tertulis;

Pdt. J. Stuart holden
PERUSAHAAN PELAYARAN WHITE STAR
Mohon perhatian khusus Anda atas persyaratan pengangkutan dan kontrak terlampir.
Pertanggungjawaban perusaan atas bagasi sangat terbatas, namun penumpang dapat mengasuransikannya sendiri.
Tiket penumpang kelas satu dengan kapal uap “Titanic”

BERLAYAR 10 April 1912

Tidak diragukanlagi pikir Stuart. Karena isterinya di rumah sakit, mau tidak mau ia harus membatalkan pelayarannya yang juga merupakan pelayaran perdana kapal paling besar dan paling mempesonakan yang pernah di buat. Dengan satu tarikan napas panjang, ia mengangkat telepon.

Beberapa hari kemudian, ia membaca berita kematiannya di surat kabar! Berdasarkan daftar penumpang, surat-surat kabar memasukkan nama Stuart Holden sebagai salah satu penumpang yang tenggelam dalam bencana laut yang terbesar, tenggelamnya kapal Titanic, hanya empat hari pelayaran dari Southampton. Selama sisa pelayanannya, Stuart Holden menyimpan tiket yang tidak dipakai tersebut dalam pigura di ruang kerjanya, sebagai pengingat utangnya kepada Sang Pemelihara.

***

Yes lady, God himself could not sink this ship
(Southampton, 10 April 1912)

“Ya, nyonya, Allah pun tidak bisa menenggelamkan kapal ini……..”
Ironisnya, perkataan ini diucapkan oleh salah seorang pelaut kepada seorang misionaris Kristen, Sylvia Caldwell, yang bersama dengan suaminya, Albert, dan bayi mereka, Albert -yang dibungkus dengan selimut pada malam naas tanggal 15 April- menumpang di kelas dua. Mereka baru kembali dari Thailand. Pasangan tersebut tadinya mengajar di Bangkok Christian Collage. Mereka hidup untuk menceritakan kisah yang menyedihkan tersebut, dan dengan demikian, menyediakan kepada dunia salah satu kutipan yang mengesankan di abad ke-20.

Tragedi kapal Titanic yang sangat mengejutkan tersebut menandakan berakhirnya zaman optimisme yang tidak terpatahkan di dunia Barat.

Sekoci-sekoci penolong dan kursi untuk berjemur; nasib permata-permata Lady Astor (dan seribu lima ratus orang yang hilang); band di kapal yang memainkan lagu-lagu jazz, dan kemudian lagu Nearer My God to Thee ketika kapal besar bertingkat sebelas dan sepanjang seperenam mil (kira-kira 267 meter) tersebut mulai meluncur sejauh kira-kira 3 km. Titanic menjadi suatu simbol yang universal di abad ke-20 tentang hilangnya keyakinan akan keselamatan, lembaga-lembaga, nilai-nilai yang dijunjung tinggi, dan akan kemampuan kita untuk mengatur nasib kita.

Ketika lampu-lampu Kristal bergelantung miring, ketika mesin Derek sedang menurunkan sekoci-sekoci penolong –tapi hanya cukup untuk separuh penumpang- hal apa pada saat itu yang paling berharga di dunia ini? Apa yang dinilai sebagai suatu yang berharga untuk diselamatkan? Banyak peristiwa di saat-saat kejadian naas tanggal 15 April tersebut menggambarkan prinsip lama yang dinyatakan dalam tantangan Kristus;

“Apa gunanya memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya. Karena pakah yang dapat diberikan sebagai ganti nyawa?”
(Markus 8:36-37)

Suatu krisis , entah di kapal Titanic atau bukan, sudah cukup untuk menyoroti masalah tersebut, dan memutarbalikknan nilai-nilai yang ada di kepala mereka. Seorang ahli kimia dari Toronto, Major Arthur Peuchen, yang sedang beristirahat di kamar kelas satunya bertanya-tanya apa yang harus diselamatkannya dari kapal yang naas tersebut. Akhirnya ia meninggalkan sebuah kotak timah yang berisi 200.000 dolar Amerika dalam bentuk surat-surat obligasi dan 100.000 dolar Amerika dalam bentuk saham utama dan melangakah keluar dari geladak yang dingin membekukan tersebut dengan hanya membawa tiga buah jeruk.

Ada penumpang kelas dua, Stuart Collett, seorang mahasiswa muda theologia, meninggalkan segala sesuatu yang dimilikinya, kecuali Alkitab karena ia sudah berjanji kepada saudaranya bahwa ia akan selalu membawanya sampai mereka bertemu kembali. Seperti Peuchen, ia selamat.

***

“Bung, apa Anda sudah selamat?” Tanya pendeta Glasgow, John Harper, kepada seorang sesame Skotlandia ketika mereka sedang berjuang di air yang bersuhu di bawah nol derajat dengan memegang potongan-potongan barang rongsokan.
“Tidak, saya belum!” jawab orang itu.
“Percaya kepada TUHAN Yesus Kristus dan anda akan selamat!” imbau Harper.

Ombak membawa pendeta tersebut menjauh, tetapi tidak lama kemudian, ia dihanyutkan kembali ke samping orang tersebut.
“Apakah sekarang Anda sudah selamat?” ia mendesak.
“Tidak, saya tidak bias dengan jujur mengatakan bahwa saya selamat.”
“Percaya kepada TUHAN Yesus Kristus dan anda akan selamat!” sekali lagi Harper mengulani ayat Kitab Suci, lalu pegangannya terlepas dan ia tenggelam.

Sebagaimana yang diceritakan oleh anak muda Skotlandia tersebut kemudian di suatu pertemuan di Hamilton, Kanada, “Dan di sana, sendirian pada malam itu, dan dengan kurang lebih 3 km air di bawah saya, saya percaya. Saya adalah petobat terakhir dari John Harper.”

Sekarang ini, gereja John harper Memorial dapat dikunjungi di Glasgow; ada juga tanda peringatan di gereja Moody di Chicago, untuk mengenang seorang duta injil yang terkemuka.

***

“Apa gunanya memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya. Karena pakah yang dapat diberikan sebagai ganti nyawa?”

Kekayaan hampir tidak berarti pada malam yang membekukan di bulan April di Lautan Atlantik. Mungkin banyak yang sudah dilakukan, di lain kesempatan, oleh hartawan John Jacob Astor, dan isterinya yang kehilangan barang-barang permata; atau tentang mutiara-mutiara Nyonya Widener; atau tentang keluarga Ryerson yang naik kapal Titanic dengan 16 koper yang semuanya mengapung di dalam kapal, tentang pelayan pria, perawat, guru privat, dan kawan-kawan yang membawa semua yang ada di sana untuk membuat hidup lebih mudah bagi seseorang. Namun tidak pada malam itu! Tidak ada yang dapat menyamai pentingnya prospek suatu kapal yang akan tenggelam pada jam itu dan memfokuskan pikiran pada apa yang benar-benar penting.

Benar, Anda masih biaa mempunyai waktu yang cukup baik, bahkan suatu kesenangan yang kecil, dalam waktu yang sedemikian kecil, dalam waktu yang demikian singkat jika Adnda memilih untuk mengabaikan bencana yang mengancam. Anda bias mencungkil gunung es tersebut, mengambil pecahannya untuk mencampurkannya di wiski Anda, atau menaikkan volume music lebih keras….. lebih cepat…….

“Semua orang di kelas tiga, Anda sekarang dapat masuk kelas satu!”
“Minum? Ya, mulai dari sekarang gratis!”
“Anda ingin bermain sepakbola di kamar makan kelas satu? Silahkan langsung saja; boleh saja dekat lampu-lampu itu!”

Namun dalam satu jam, kapal sudah akan berada di dasar samudera.

Dengan sedih, Charles Darwin, ilmuwan besar abad ke -19, menulis kepada seorang kenalannya, J.D. Hooker, pada 17 Juni 1868. Terlihat bahwa pada awal-awal hidupnya , Darwin mempunyai hubungan dengan iman Kristen, tetapi ikatan-ikatan ini semakin lama semakin longgar. Dalam suratnya terdapat pengakuan berikut ini:

“Saya gembira Anda bersama Mesias. Ada suatu hal yang ingin saya dengar kembali. Namun, saya berani mengatakan bahwa jiwa saya terlalu kering untuk menghargainya seperti hari-hari sebelumnya. Karena itu merupakan kejemuan ynag mengerikan, sebagaimana yang terus menerus saya rasakan, bahwa saya ini bagaikan daun yang layu, bagi segalanya, kecuali baggi ilmu pengetahuan.”

Kering…….. kejemuan yang mengerikan. Pasti kita lebih berharga ketimbang hal tersebut! Jiwa…. Keberadaan yang unik setiap orang, mengapa diri kita begitu berharga?

Jawaban orang Kristen ada dua. PERTAMA, kita berharga karena hak Ciptaan dan yang KEDUA karena hak Penebusan. Kita diciptakan sesuai dengan gambar Allah, lalu setelah pemberontakan kita terhadap Sang Pencipta kita ditebus oleh kasih Allah melalui Salib Yesus Kristus. Siapa diri kita? Apa jawaban-jawaban yang mengubah hidup terhadap pertanyaan-pertanyaan tersebut!

Titanic adalah sebuah bencana yang mengerikan dan meninggalkan kesan yang mendalam di sepanjang abad ke-20. Jika hal tersebut membuat dampak positif terhadap umat manusia, mungkin hal tersebut akan membantu banyak orang berpikir;

Jika bagian teknologi yang terbaik yang sudah kita hasilkan sedemikian rapuhnya, bagaimana dengan kita ini? Untuk apa kita berada di sini? Ada masalah apa dengan diri kita? Di manakah semuanya yang dapat bertahan lama? Bagaimana saya sebagai satu pribadi bisa mempertahankan hidup dan terus hidup?

Jangan menantikan sampai krisis pribadi menghantam kita sebelum kita menemukan jawabannya! Mereka yang selamat dari cobaan berat tanggal 15 April 1912 tersebut, tidak pernah melupakannya, suara gedebuk yang jatuh di air, hancurnya lima piano besar, dering pecahan kaca, dan raungan terakhir ketika segala sesuatu berjatuhan; barang barang pecah belah, perabot perabot, 30.000 telur, lampu-lampu Kristal, dan banyak sekali barang berharga yang ditinggalkan.

Jangan menungggu sampai krisis mendatangi anda! Yang paling penting adalah salib, yang menghadang kita dengan krisis yang pasti dan keputusan hidup kita, yang menatang kita untuk menanggapi Kristus yang sudah mati agar kita mendapatkan pengampunan dan hidup yang kekal. Peristiwa-peristiwa dahsyat di dunia yang sudah bergoncang dan terhuyung-huyung menjdai suatu pengingat atas pesan-Nya yang memberikan ketenangan: hidup seseorang, baik pria maupun wanita, tidak tergantung pada kelimpahan harta yang dimilikinya.

Satu-satunya yang kita bawa di akhir hidup kita adalah karakter kita. Apa yang terjadi kemudian? Kisah orang-orang seperti Sylvia Caldwell, Stuart Holden, dan John Harper dapat menolong kita untuk menemukan jawabannya…………….

Source: Word That Circled The World (Richard Bewes)

MENGETAHUI SELUK-BELUK MASALAH

Jangan menggeluti masalah. Jangan mengeluh bila masalah menimpa Anda. Sebaliknya, mulailah menyelidiki, karena masalah menyediakan banyak pengetahuan bagi kita. Sesungguhnya, masalah adalah metode utama yang Allah pergunakan untuk mengajar serta menolong kita bertumbuh.

Charles F. Kittening,
ilmuwan penyelidik tersohor, juga seorang yang bijaksana, pemikir dan filsuf berbakat penemu jenius tingkat jempolan, terutama dalam dunia otomotif mengutarakan pandangannya mengenai masalah-masalah:
“Saya tidak dapat melakukan apa pun kalau tidak ada masalah. Masalah benar-benar menguatkan pikiran saya. Saya member pesan kepada para asisten agar tidak membawa sukses mereka kepada saya, karena hal seperti itu akan melemahkan saya. Sebaliknya, saya menyuruh mereka membawa masalah-masalahmereka, karena hal itu akan menguatkan saya.”

Jika masalah datang, daripada mengeluh dan bersusah, lebih baik kita berkata kepada Allah: “TUHAN, apakah yang hendak Engkau ajarkan kepadaku?’ kemudian hadapilah masalah itu. Pergunakanlah seluruh kemampuan berpikir dankemampuan berdoa anda. Tuntunan TUHAN yang mengherankan akan anda alami,begitu anda membuka masalah tersebut. Kita akan memperoleh pengetahuan akan cara mengatasinya.

Kadang-kadang banyak orang bertanya: “Mengapa kami memiliki banyak masalah? Tidakkah hidup ini akan lebih indah kalau kami hanya memiliki sedikit masalah? Atau lebih baik lagi kalau masalah-masalah itu gampang-gampang,atau tidak ada masalah sama sekali?’’ Pertanyaan semacam itu didasarkan pada pendapat umum bahwa masalah itu pasti menyimpan benih jahat atau tidak baik.Tetapi sebaliknya,apakah tidak mungkin bahwa masalah itu mengandung hal-hal yang baik? Apakah tidak mungkin bahwa masalah itu justru mengandung kemungkinan serta potensi? Apakah benar akan lebih baik bagi kita, jika kita hanya memiliki sedikit masalah, atau masalah-masalah yang gampang saja, atau malahan tanpa masalah sedikitpun? Jawabnya ialah bahwa mereka yang tidak ingin memiliki masalah, tempatnya adalah dikuburan. Sebab,untuk mereka hidup yang mendatangkan masalah telah berlalu. Mereka sudah berhenti dari pekerjaan mereka. Mereka tidak repot lagi dengan suatu apapun didalam hidup ini. Mereka tidak bermasalah sama sekali. Tetapi mereka mati.

Jadi masalah sebenarnya merupakan bukti adanya kehidupan. Semakin banyak kita mempunyai masalah,itu berarti kita semakin hidup. Jadi dari pada mengeluh,lebih baik bergirang karna kita memiliki masalah. Sebab hal itu akan menunjukkan bahwa kita hidup. ALLAH pun tahu bahwa kita memiliki kesanggupan untuk menghadapi masalah-masalah itu.

Tulisan ini adalah untuk menolong kita melakukan hal-hal tersebut diatas. Anggaplah bahwa setiap masalah sebagai sesuatu yang menyimpan nilai-nilai untuk kebutuhan kita. Jadi ALLAH ingin memberi sesuatu yang berhargan kepada kita, apakah DIA akan membeerikannya diatas talam perak yang indah,yang dengan mudahnya DIA sodorkan kepada kita? Sudah pasti tidak selalu demikian. Kemungkinannya,DIA akan menyembunykannnya didalam pusat umbi pemikiran dalam bentuk suatu masalah pelik. Nilai-nilai yang berharga tersebut mungkin sukar ditemui,tetapi jika kita memandang bahwa setiap masalah hanya sebagai pembungkus yang berharga,dan bukannya sesuatu yang mempersulit kita,maka hasilnya adalah pengetahuan dan kesanggupan yang lebih besar bagikita dibanding dengan waktu-waktu sebelumnya.

Jika Anda memiliki suatu masalah, itu baik ! Karena di balik masalah itu ada sesuatu yang besar dan indah bagi kehidupan Anda. Sekarang apa yang harus Anda lakukan? Pertama-tama jangan takut,dan jangan terpukau oleh masalah itu. Sebenarnya wajah masalah itu tidaklah seram, malahan ia tersenyum kepada Anda dan mengajak anda bermain petak umpet. Sesuatu yang besar sedang tersembunyi di sana. Keistimewaannya ialah bahwa anda harus mencarinya. Sesuatu yang Allah tempatkan di dalam masalah itu adalah bagi anda. Allah memberi anda kesanggupan berpikir untuk mengetahui hal-ikhwl di dalamnya.

Setiap masalah memiliki titik-titik kelemahan. Kita harus mencarinya, setelah menemukannya, kita mulai bisa memecahkannya bagian demi bagian. Pasti kita akan menemukan sesuatu yang berharga didalamnya. Belajarlah menaruh hormat yang dalam terhadap masalah-masalah, karna setiap masalah yang Anda jumpai selalu mengandung pengetahuan dan juga pengertian yang berharga.

Jika anda menghampiri masalah secara rohaniah,disertai upaya mental yang penuh, dan ditambah dengan iman yang sejati, maka pengertian dan tuntunan akan diberikan TUHAN scara luar biasa kepada kita. ALLAH akan memberitahu kita apa yang perlu kita lakukan dengan masalahitu, Kita akan diberi kuasa atas masalah-masalah itu. Tetapi bagaimana kita bisa tahu langkah mana yang harus diambil,keputusan mana yang harus dipilih,jalan mana yang harus ditempuh? Untuk ini ada beberapa cara,tetapi salah satunya adalah metode pintu tertutup.

Kalau suatu pintu tiba-tiba tertutup didepanmu,itu artinya ALLAH sedang menuntun kamu kepintu terbuka lain yang DIA sediakan bagimu. Dengan percaya pada prinsip ini Anda akan menang atas berbagai kekecewaan dan kegagalan dan maju dengan ketetapan hati bahwa akan ada pintu terbuka bagi Anda.
Jadi bersyukurlah atas masalah-masalah kita. Masalah itu penuh dengan nilai-nilai yang berharga bagi kita,jika kita percaya.
Cara bertidak:
1. Jangan bergumul dengan masalah. Selalu ajukan pertanyaan ini:’’Apakah yang ALLAH katakan kepada saya melalui masalah ini?’’
2. Bergembiralah dengan banyak masalah yang anda miliki, karna semuanya ini menunjukkan bahwa anda hidup.
3. Percayalah bahwa masalah tidak mengandung hal-hal yang jahat, tetapi yang baik.
4. Ketahuilah bahwa dalam setiap masalah terkandung nilai-nilai yang amat berharga bagi kita.
5. Dekatilah setiap masalah dengan resep: bepikir-berdoa-percaya.
6. Majulah terus melalui keyakinan akan pintu terbuka yang ALLAH siapkan bagi kita.

(Norman Vincent Peale, 7 Langkah untuk Mengatasi Masalah Saudara halaman 12-16 , PBMR ANDI 1997)

YESUS YANG SANGAT RAMAH

Sekali lagi aku berbicara tentang Dia.
TUHAN telah memberiku suara dan bibir yang terbakar meski pun bukan bahasa.
Aku tidak berguna karena terlalu banyak kata-kata, meski pun aku akan memerintah hatiku dan bibirku.
Yesus mencintaiku dan aku tidak tahu mengapa.
Dan aku mencintai-Nya karena ia membangkitkan rohku menuju ketinggian melampaui tubuhku, dan menuju kedalaman melebihi rongga suaraku.

Cinta adalah sebuah misteri suci.
Bagi mereka yang mencintai, ini mengingatkan selamanya tanpa kata-kata:
Namun mereka yang tidak mencintai, ini tidak lain hanyalah lelucon tanpa hati.

Yesus memanggilku ketika kami sedang menjadi buruh di ladang.
Aku masih muda sehingga hanya suarab fajar yang sampai ke telingaku.
Namun suara-Nya dan lengkingan suara-Nya merupakan akhir dari perburuhanku dan awal dari kepemilikanku.
Kemudian tidak ada sesuatu pun untukku kecuali perjalanan di bawah matahari dan ibadah untuk kecintaan waktu.

Bisakah kamu menerima kekuasaan yang terlalu baik menjadi kuasa? Dan suatu kecantikan yang amat berseri-seri menjadi cantik?
Bisakah kamu mendengar dalam mimpi-mimpimu sebuah suara yang malu pada keterpesonaannya sendiri?
Ia memanggilku dan aku mengikuti-Nya.

Sore itu, aku kembali ke rumah ayahku untuk mengambil jubahku yang lain.
Dan kukatakan pada ibuku, “Yesus dari Nazaret akan mengambilku dalam jamaah-Nya.”
Dan ibuku mengatakan, “Pergilah ke jalan-Nya anakku, seperti saudaramu.”
Dan aku menemui-Nya.
Keharuman-Nya memanggilku dan memerintahku, tetapi hanya untuk membebaskanku.

Cinta adalah tuan rumah yang penuh kasih saying kepada para tamunya walau pun bagi rumahnya yang tak diharapkan merupakan sebuah khayalan dan penghinaan.

***

Sekarang kamu akan mendengarkan penjelasanku tentang mujizat-mujizat Yesus.
Kita semua adalah gerak-isyarat mujizat pada saat itu; TUHAN dan Guru kita dalah pusat dari waktu itu.
Walau pun bukan kehendaknya bahwa gerakan-Nya dikenali.

Aku telah mendengar Dia berkata pada orang lumpuh, “Bangkit dan pulanglah ke rumah, tetapi jangan katakana pada pendeta bahwa Aku telah menyembuhkanmu.”
Dan pikiran Yesus tidak bersama kepincangan itu; Ia dekat dengan kekuatan dan ketinggian.
Pikiran-Nya mampu melihat dan menggenggam pikiran-pikiran lain dan roh-Nya yang sempurna mengunjungi roh-roh lainnya.
Dan dengan melakukan hal ini, roh-Nya telah mengubah pikiran-pikiran dan roh-roh itu.

Tampaknya ini sebuah mujizat, tetapi bagi TUHAN dan Guru kita, ini merupakan hal sederhana seperti kita bernafas dengan udara setiap hari.

***

Dan sekarang, biarkanlah membicarakan hal-hal lain.
Pada suatu hari ketika Dia dan aku sedang berjalan di sebuah lading, kami berdua merasa lapar, dan kami mendatangi sebuah pohon apel liar.
Hanya da dua buah apel yang tergantung di cabang pohon itu.
Dan Ia memegang batang pohon itu dengan lengan-Nya kemudian mengguncangnya, dan dua buah apel itu jatuh.
Dia mengambil keduanya dan memberikan sebuah kepadaku. Yang lain Ia pegang.

Dalam rasa laparku, aku memakan apel itu, dan aku memakannya dengan cepat.
Kemudian aku melihatnya dan Ia masih tetap memegang apel yang lain itu di tangan-Nya.
Kemudia Ia memberikannya padaku sambil mengatakan, "Makanlah!”
Dan aku mengambil apel itu, tanpa rasa malu karena lapar, aku memakannya.
Kemudian kami melanjutkan perjalanan dan aku menatap wajah-Nya.

Namun bagaimana aku kan menceritakan kepadamu mengenai apa yang kulihat?
Suatu malam di mana lilin-lilin menyala di kegelapan,
Sebuah mimpi di luar jangkauan kita;
Pada tengah hari di mana sekawanan gembala sedang menggembalakan ternak mereka dalam kedamaian dan kebahagiaan;
Pada senja hari, ada kesunyian, dan saat kepulangan tiba;
Kemudia tidur dan ada sepenggal mimpi.

Semua itu kulihat di wajah-Nya.
Ia telah memberiku dua buah apel. Dan aku tahu sebenarnya Dia lapar seperti diriku.
Namun sekarang aku tahu bahwa dengan memberikan kedua buah apel itu padaku, Ia menjadi puas. Ia sendiri makan buah lain dari pohon yang lain.

Aku ingin bercerita lebih banyak padamu tentang Dia, tetapi bagaimana aku akan melakukannya?
Ketika cinta menjadi luas, cinta menjadi tak terbatas dunia.
Dan ketika ingatan menjadi penuh beban ia mencari kebisuan yang dalam.

(Yohanes di Patmos)

Sumber: Yesus Sang Anak Manusia (Kahlil Gibran)

“TUHAN, TIDAK PEDULIKAH ENGKAU…….???”

"Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?” (Markus 4:38b)

Jeritan tulus, seruan pedih yang tidak mau dikesampingkan. Tak terhitung jumlahnya jeritan itu diperdengarkan….

Seorang ibu menangisi bayinya yang lahir mati. Seorang suami di tarik dari sisi isterinya yang kecelakaan yang menyedihkan. Air mata anak umur delapan tahun yang jatuh di atas peti mati ayahnya. Dan pertanyaan itu terungkap.

“TUHAN, tidak pedulikah Engkau?”
“Mengapa aku…..?”
“Mengapa teman saya……….?”
“Mengapa usaha saya….?”

Pertanyaan sepanjang masa. Pertanyaan semua pribadi yang pernah mengijnjakkan kakinya di bumi ini. Tidak pernah ada Presiden, pekerja, atau orang bisnis yang tidak pernah mengucapkan pertanyaan itu. Tidak pernaha ada biar satu jiwa pun, yang tidak pernah bergumul dengan pertanyaan yang menyakitkan itu.

“Pedulikah Allahku?”
“Apakah deritaku kecerobohan besar Allah?”

Sementara angin menderu dan lautan mengamuk, para pengikut yang tidak sabar dan ketakutan meneriakkan rasa takut mereka kepada Yesus yang tidur. “Guru, tidak pedulikah engkau bahwa kita sudah mau mati?” Ia dapat saja tidur terus. Dapat saja Ia mengatakan kepada mereka untuk tutup mulut. Dapat saja Ia melompat tidak sabar dan dengan marah menghentikan badai itu. Dapat saja Ia menunjukkan kepada mereka ketidakdewasaan mereka…. Tetapi tidak dibuat-Nya.

Dengan segala kesabaran yang hanya ada pada mereka yang peduli, Ia menjawab pertanyaan mereka. Ia menenangkan badai supaya jangan sampai murid-murid-Nya yang gemetaran itu tidak melihat respons-Nya.
YESUS MENJAWAB SEKALI UNTUK SELAMA-LAMANYA MASALAH MANUSIA YANG MENYAKITKAN ITU.

Di mana Allah kalau saya menderita?
Mendengar dan menyembuhkan. Di situlah Dia. Ia peduli………….

(Max Lucado)

KELAK AKAN TIBA WAKTUNYA

Ribuan tahun sebelum Yesus disebut anak domba Allah, Allah menjanjikan pengampuanan.
“Akan tiba waktunya,” begitu janjinya kepada Hosea “kelak ketika Aku tidak lagi mengingat dosa-dosa mereka.”
“Kelak akan tiba waktunya,” Allah menitipkan rahasia itu kepada Yeremia “orang-orang ini akan jadi umat-Ku dan Aku menjadi Allah mereka.
“Dan kelak,” tulis Daud, kesalahan-kesalahan manusia akan di sapu bukan ke bawah tikar atau di belakang sofa, tetapi di buang jauh-jauh. Sejauh timur dari barat.”

Anda tahu, kelak itu sudah datang. Di atas bukit sampah di luar kota Yerusalem.
Kelak akan tiba waktunya Allah yang Maha Kuasa, berhak sepenuhnya membuat saya terbakar untuk selama-lamanya, akan melihat lewat pasrah diriku, kerakusanku, dusta-dustaku, dan nafsu-nafsuku. Ia kakan menunjuk kepada salib dan mengundangku untuk pulang ……..diampuni…… untuk selama-lamanya.

(Max Lucado)

KISAH KASIH PASKAH: APAKAH KAMU PERCAYA PADA PASKAH.......???

Edith Burns adalah seorang wanita Kristen yang luar biasa. Dia tinggal di San Antonio. Edith Burns memiliki kebiasaan untuk memperkenalkan dirinya sendiri kepada semua orang dengan cara: “Halo, nama saya Edith Burns, apakah anda mempercayai Paskah?”. Kemudia dia menjelaskan arti Paskah pada orang yang ditemuinya, dan melalui dia banyak orang diselamatkan.

Suatu ketika, laporan laboratoriium menyatakan bahwa Edith terkena kanker dan tidak akan bertahan hidup lebih lama. Semua orang di tempat Edith dirawat kagum padanya kecuali Phyllis Cross, kepala perawat.

Suatu pagi dua perawat yang seharusnya menjaga Edith sakit sehingga terpaksa Phyllis Cross menggantikan mereka. Ketika dia masuk kamar Edith, Edith memberikan senyum lebar dan berkata, “Phyllis TUHAN mengasihimu, dan aku telah berdoa bagimu.” Namun, sang kepala perawat menjawab, “Silahkan hentikan doamu karena tidak ada ggunanya bagiku.” Edith menjawab, “Baiklah, aku akan berdoa meminta Tuhan tidak memanggilku sebelum kamu datang kepada Tuhan.” Phyllis Cross memeotong, “Baiklah, kamu tidak akan pernah mati karena hal itu tidak akan pernah terjadi !” lalu ia meninggalkan ruangan.

Sesudah peristiwa itu, setiap kali Phyllis Cross melintasi ruangannya, Edith selalu berkata, “TUHAN mengasihimu! Saya berdoa bagimu.” Suatu hari, Phyllis Cross seperti ditarik magnet masuk ke ruangan Edith. “Saya senang kamu mau datang, sebab TUHAN berkata padaku bahwa ini adalah hari khususmu”, kata Edith. “Yah, Edith kamu bertanya pada setiap orang di sini: Apakah Anda mempercayai Paskah ? Tetapi kamu tidak pernah menanyakannya padaku.” Edith menjawab, “Phyllis, sebenarnya saya ingin, tetapi TUHAN berkata padaku untuk menunggu sampai kamu meminta dan sekarang kamu telah meminta.”

Edith Burns lalu mengambil Alkitabnya dan berbagi dengan Phyllis Cross mengenai Paskah mulai dari kematian sampai kebangkitan TUHAN Yesus Kristus. Edith bertanya, “Phyllis, percayakah kamu pada Paskah? Percaya bahwa TUHAN Yesus hidup dan Dia tinggal di dalam hatimu?” Phyllis Cross berkata, “Saya percaya dengan segenap hati saya, dan saya menginginkan Yesus tinggal dalam hidup saya.” Kemudia Phyllis Cross berdoa dan mengundang Yesus Kristus dalam hatinya.

Pada hari Minggu Paskah, Phyllis Cross dating ke Rumah Sakit. Dia ingin mengunjungi Edith, memberikan bunga lily serta mengucapkan selamat Paskah. Namun, terlambat, Edith telah terbaring tanpa nyawa. Alkitab hitam ada di pangkuannya. Tangan kirinya ada di atas Yohanes 14:2

“Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.”

Phyllis Cross meninggalkan Edith dan berjalan keluar ruangan. Saat bertemu dengan dua orang perawat, ia berkata, “Halo, nama saya Phyllis Cross. Apakah kamu percaya pada Paskah?”

KESAKSIAN / RENUNGAN : SIAO MEI, SI KECIL YANG IKUT DIPENJARA

China, 1991. Masa kecil harusnya menjadi masa yang menyenangkan. Masa yang indah untuk dikenang. Tapi hal itu tak berlaku bagi si kecil Siao-Mei. Ia baru berusia 5 tahun. Belum tahu banyak tentang risiko menjadi seorang Kristen di negerinya. Yang ia tahu, ibunya selalu mengajarkan lagu-lagu indah tentang kasih Yesus. Ia tak banyak mengerti mengapa mereka harus berhati-hati jika mau bertemu teman-teman Kristennya. Ia juga tak terlalu paham mengapa ia dan ibunya harus membaca sobekan Kitab Suci dengan sembunyi-sembunyi. Ia juga belum terlalu tahu bahayanya menjadi seorang Kristen di negaranya. Siao-Mei kecil memang tak perlu banyak tahu.

Seperti hari itu. Ia tak tahu mengapa ia dan ibunya digelandang ke sebuah ruang berjeruji besi. Di sana mereka dikurung tak diberi makan. Siao-Mei kecil bertanya pada ibunya. Ibunya diam seribu bahasa. Hanya mengelus-elus punggungnya. Siao-Mei tidak mengerti bahwa Ibunya ditangkap karena menolak menyangkal iman. Yang ia tahu, perutnya sangat lapar. Siao-Mei tidak tahan. Ia menangis sesenggukan.

Kepala penjara yang melihat hal itu mencibir ibu Siao-Mei. "Tidakkah engkau kasihan kepada anakmu? Apa susahnya mengatakan kamu bukan orang Kristen lagi? Kalau kau melakukan hal itu, kau dan anakmu ini akan bebas." Putus asa, ibu Siao-Mei pun setuju menyangkal iman sebagai Kristen agar ia dan anaknya dilepaskan. Syaratnya Ibu Siao-Mei harus berteriak di panggung di hadapan 10.000 orang, "Saya tidak lagi menjadi orang Kristen." Tak berpikir panjang, Ibu Siao-Mei pun melakukannya. Mereka akhirnya diizinkan pulang.

Sesampainya di rumah, Siao-Mei berkata, "Ma, hari ini Yesus tidak senang dengan perbuatanmu." Ibu Siao-Mei berusaha menjelaskan. "Mama melihat kamu menangis di penjara. Mama terpaksa melakukan itu karena Mama sayang padamu. Mama tidak mau melihat kamu menangis, Siao-Mei." Mendengar itu Siao-Mei kecil mendongak kepada ibunya. "Mama, saya berjanji jika kita kembali ke penjara karena Yesus, saya tidak akan menangis lagi." Mendengar hal itu Ibu Siao-Mei kembali bersemangat menginjil. Tak lama kemudian, mereka pun kembali ditangkap dan dipenjara. Namun, kali ini Siao-Mei tidak mau menangis. Ia ingat janjinya kepada ibunya. Entah sampai kapan mereka dipenjara. Tapi tangisan Siao-Mei tak lagi terdengar di sana.

Teman-teman hari ini kita belajar satu hal : Cinta dan kasih kepada Yesus Kristus mengalahkan sikap egoisme pribadi seseorang.

……..Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam kerajaan sorga. MATIUS 18 : 3.

Sumber : Blessing Family Centre Ministry /Imanuel Budiyanto, DOA UNTUK ANDA seri II

KASIH SEJATI SEORANG IBU

Di sebuah rumah sakit bersalin, seorang ibu baru saja melahirkan jabang bayinya.

"Apakah saya bisa melihat bayi saya?" pinta seorang ibu yang baru melahirkan. Raut wajahnya penuh dengan kebahagiaan. Namun, ketika gendongan berpindah tangan dan si ibu membuka selimut yang membungkus wajah bayi lelaki mungilnya, ia terlihat menahan napas.

Dokter yang menungguinya segera berbalik memandang ke arah luar jendela rumah sakit, tak tega melihat perubahan wajah si ibu. Bayi sang ibu ternyata dilahirkan tanpa kedua belah telinga! Meski terlihat sedikit kaget, si ibu tetap menimang bayinya dengan penuh kasih sayang.

Waktu membuktikan, bahwa pendengaran putranya ternyata bekerja dengan sempurna. Hanya penampilannya saja yang tampak aneh dan buruk. Suatu hari, anak lelaki itu bergegas pulang ke rumah dan membenamkan wajahnya di pelukan si ibu sambil menangis. Ibu itu pun ikut berurai air mata. Ia tahu hidup anak lelakinya penuh dengan kekecewaan dan tragedi. Sambil terisak, nak itu bercerita, "Seorang anak laki-laki besar mengejekku. Katanya, aku ini makhluk aneh."

Begitulah, meski tumbuh dengan kekurangan, anak lelaki itu kini telah dewasa. Dengan kasih sayang dan dorongan semangat orangtuanya, meski punya kekurangan, ia tumbuh sebagai pemuda tampan yang cerdas. Rupanya, ia pun pandai bergaul sehingga disukai teman-teman sekolahnya. Ia pun mengembangkan bakat di bidang musik dan men uli s. Akhirnya, ia tumbuh menjadi remaja pria yang disegani karena kepandaiannya bermusik.

Suatu hari, ayah anak lelaki itu bertemu dengan seorang dokter yang bisa mencangkokkan telinga. "Saya percaya saya bisa memindahkan sepasang telinga untuk putra Bapak. Tetapi harus ada seseorang yang bersedia mendonorkan telinganya," kata dokter. Maka, orangtua anak lelaki itu mulai mencari siapa yang mau mengorbankan telinga dan mendonorkannya kepada anak mereka.

Beberapa bulan sudah berlalu. Dan tibalah saatnya mereka memanggil anak lelaki itu, "Nak, seseorang yang tak ingin dikenal telah bersedia mendonorkan telinganya padamu. Kami harus segera mengirimmu ke rumah sakit untuk dilakukan operasi. Namun, semua ini sangatlah rahasia," kata si ayah.

Operasi berjalan dengan sukses. Ia pun seperti terlahir kembali. Wajahnya yang tampan, ditambah kini ia sudah punya daun telinga, membuat ia semakin terlihat menawan. Bakat musiknya yang hebat itu berubah menjadi kejeniusan. Ia pun menerima banyak penghargaan dari sekolahnya.

Beberapa waktu kemudian, ia pun menikah dan bekerja sebagai seorang diplomat. Ia lantas menemui ayahnya, "Yah, aku harus mengetahui siapa yang telah bersedia mengorbankan ini semua padaku. Ia telah berbuat sesuatu yang besar, namun aku sama sekali belum membalas kebaikannya."

Ayahnya menjawab, "Ayah yakin kau takkan bisa membalas kebaikan hati orang yang telah memberikan telinga itu." Setelah terdiam sesaat ayahnya melanjutkan, "Sesuai dengan perjanjian, belum saatnya bagimu untuk mengetahui semua rahasia ini."

Tahun berganti tahun. Kedua orangtua lelaki itu tetap menyimpan rahasia. Hingga suatu hari, tibalah saat yang menyedihkan bagi keluarga tersebut. Pada hari itu, ayah dan anak lelaki itu berdiri di tepi peti jenazah ibunya yang baru saja meninggal. Dengan perlahan dan lembut, si ayah membelai rambut jenazah ibu yang terbujur kaku. Sang ayah lantas menyibaknya sehingga
sesuatu yang mengejutkan si anak lelaki terjadi. Ternyata, si ibu tidak memiliki telinga.

"Ibumu pernah berkata bahwa ia senang sekali bisa memanjangkan rambutnya," bisik si ayah. "Dan tak seorang pun menyadari bahwa ia telah kehilangan sedikit kecantikannya, ' kan ?"

Melihat kenyataan bahwa telinga ibunya yang diberikan pada si anak, meledaklah tangisnya. Ia merasakan bahwa cinta sejati ibunya yang telah membuat ia bisa seperti saat ini.

Kecantikan yang sejati tidak terletak pada penampilan tubuh, namun ada di dalam hati. Harta karun yang hakiki tidak terletak pada apa yang bias terlihat, namun justru pada apa yang kadang tidak dapat terlihat. (I Samuel 16:7)

Begitu juga dengan cinta seorang ibu pada anaknya. Di sana selalu ada inti sebuah cinta yang sejati, di mana terdapat keikhlasan dan ketulusan yang tak mengharap balasan apa pun.

Dalam cerita di atas, cinta dan pengorbanan seorang ibu adalah wujud sebuah cinta sejati yang tak bisa dinilai dan tergantikan. Cinta sang ibu telah membawa kebahagiaan bagi sang anak. Inilah makna sesungguhnya dari sebuah cinta yang murni. Karena itu, sebagai seorang anak, JANGAN PERNAH MELUPAKAN JASA SEORANG IBU. Apa pun yang telah kita lakukan, pastilah tak akan sebanding dengan cinta dan ketulusannya membesarkan, mendidik, dan merawat kita hingga menjadi seperti sekarang. Mari, jadikan ibu kita sebagai suri teladan untuk terus berbagi kebaikan.

Jadikan beliau sebagai panutan yang harus selalu diberikan penghormatan. Sebab, dengan memperhatikan dan memberikan kasih sayang kembali kepada para ibu, kita akan menemukan cinta penuh ketulusan dan keikhlasan, yang akan membimbing kita menemukan kebahagiaan sejati dalam kehidupan.

Sumber : Blessing Family Centre Ministry /Imanuel Budiyanto, DOA UNTUK ANDA seri II

Wednesday, February 10, 2010

CERITA DARI AFRIKA

Suatu malam saya bekerja keras untuk menolong seorang ibu di sebuah bangsal rumah sakit, tapi apapun yang kami lakukan, dia meninggal dan meninggalkan bayi premature yang sangat mungil serta seorang anak perempuan usia 2 tahun yang menangis.
Kami mengalami kesulitan untuk menjaga agar si bayi tetap hidup, Karena kami tidak punya incubator (kami tidak punya listrik untuk Menyalakan incubator), kami juga tidak punya makanan khusus bayi.
Meskipun kami tinggal di daerah khatulistiwa, di malam hari seringkali udara sangat dingin dan anginnya kencang.
Salah seorang muridku menaruh bayi itu dalam box dan membungkus bayi dengan kain wol. Yang lain menyalakan api dan mengisi botol air panas. Kemudian muridku yang mengisi botol air panas segera kembali dengan kebingungan sambil bercerita bahwa saat mengisi botol itu dan ternyata meledak. (Karet mudah rusak dalam kondisi cuaca tropis)
"Dan ini adalah botol air panas terakhir kita," dia berseru.
"Oke," kataku, "taruh bayi itu didekat api dalam jarak yang cukup aman, dan tidurlah diantara bayi itu dan pintu untuk menjaga nya dari angin. Tugasmu adalah menjaga bayi tetap hangat."
Siang hari berikutnya, seperti hari sebelumnya, Aku pergi berdoa dengan beberapa anak yatim piatu yang berkumpul denganku. Aku berikan mereka bermacam - macam saran untuk mendoakan dan bercerita pada mereka tentang bayi mungil itu.
Aku menceritakan masalah kami soal menjaga bayi supaya cukup hangat, menyebutkan tentang botol air panas, dan bagaimana bayi itu bisa dengan mudah meninggal bila kedinginan. Saya juga bercerita pada mereka tentang saudara perempuannya yang berumur 2 tahun, yang menangis karena ibunya meninggal.
Selama berdoa, seorang gadis usia 10 tahun, Ruth, berdoa dengan doa singkat seperti anak Afrika kami.
"Tolong, Tuhan" dia berdoa, "kirim kan botol air. Tidak baik besok, Tuhan, karena bayinya bisa mati, jadi tolong kirim sore ini."
Saat aku menarik napas dalam hati karena keberaniannya dalam berdoa, dia menambahkan, "Dan saat Engkau mengirimkan botol air itu, maukah Engkau mengirimkan juga boneka untuk gadis kecil itu, supaya dia tahu bahwa Engkau sungguh mengasihinya?"
Seringkali dalam doa anak-anak, aku merasa ditempatkan pada pusatnya. Dengan sungguh-sungguh kukatakan, "Amin". Oya aku tahu bahwa Tuhan dapat melakukan segalanya, Alkitab mengatakan demikian. Tapi pasti ada batasnya, kan? (pikiran manusia selalu ingin membatasi kuasa Tuhan)
Dan menurutku satu-satunya jalan Tuhan dapat menjawab doa - doa kami yaitu jika keluargaku di Amerika mengirimi bingkisan. Namun aku sudah tinggal selama hampir 4 tahun, dan tidak pernah, sama sekali menerima bingkisan dari rumah. Tapi, bila sesorang mengirimiku bingkisan, siapa yang akan memberi botol air panas. Sebab aku tinggal di daerah tropis!
Menjelang sore, ketika aku sedang mengajar di sekolah pelatihan perawat, sebuah parcel dikirimkan dengan mobil di depan pintu rumahku.
Saat aku sampai di rumah, mobilnya sudah pergi, tapi di sana , di beranda, ada dua puluh dua pon parcel yang sangat besar. Aku merasa pedih di mataku...
Aku tidak dapat membuka parsel itu sendirian, jadi aku meminta ke anak - anak yatim piatu untuk membantuku. Bersama - sama kami menarik talinya, dengan hati – hati membuka simpulnya. Kami melipat kertasnya, supaya tidak menyobeknya. Kegembiraan meningkat. Sebanyak 30 atau 40 pasang mata melihat ke dalam kardus tersebut.
Dari atas, kami mengeluarkan baju rajutan berwarna cerah. Mata kami langsung silau melihatnya. Ada perban rajutan untuk pasien kusta, dan anak-anak mulai terlihat sedikit bosan. Lalu ada sekotak kismis, ini bisa dipakai untuk membuat setumpuk kue kismis di akhir pekan.
Lalu, aku memasukkan tanganku lagi, aku merasa .... benarkah ini? Aku menariknya keluar .... yaa .... ini baru, botol air panas karet. Aku menangis terharu. Aku tidak meminta Tuhan untuk mengirimkannya. Aku tidak percaya bahwa Dia benar - benar melakukannya. Ruth ada di barisan depan dari anak2. Ia cepat2 maju, sambil menangis. "Jika Tuhan mengirimkan botolnya, Dia harus mengirim bonekanya juga!"
Sambil mengobrak-abrik bagian bawah kotak, dia menarik sesuatu yang mungil, boneka bergaun indah.
Matanya berkilau !

GOD's Alphabet

God's Alphabet from A to Z..
A lthough things are not perfect,
B ecause of trial or pain,
C ontinue in thanksgiving,
D o not begin to blame.
E ven when the times are hard,
F ierce winds are bound to blow,
G od is forever able,
H old on to what you know.
I magine life without His love,
J oy would cease to be.
K eep thanking Him for all the things,
L ove imparts to thee.
M ove out of " Camp Complaining ,"
N o weapon that is known,
O n earth can yield the power,
P raise can do alone.
Q uit looking at the future,
R edeem the time at hand.
S tart every day with worship,
T o "thank" is a command.
U ntil we see Him coming,
V ictorious in the sky,
W e'll run the race with gratitude,
X alting God most high.
Y es, there'll be good times and yes some will be bad but,
Z ion waits in glory, where none are ever sad!

I am too Blessed to be Stressed!" The shortest distance between a problem and a solution is the distance between your knees and the floor. The one who kneels to the Lord can stand up to anything.
Love and peace be with you forever………………!!!

JALAN BERSAMA SIPUT

Tuhan memberiku sebuah tugas, yaitu membawa siput jalan - jalan.
Aku berjalan terlalu cepat, siput sudah berusaha keras merangkak, setiap kali hanya beralih sedemikian sedikit.
Aku mendesak, menghardik, memarahinya, siput memandangku dengan pandangan meminta-maaf, seraya berkata : "Aku sudah berusaha dengan segenap tenaga !"
Aku menariknya, menyeret, bahkan menendangnya, siput terluka.
Ia mengucurkan keringat, nafas tersengal-sengal, merangkak ke depan.
Sungguh aneh, mengapa Tuhan memintaku mengajak seekor siput berjalan-jalan.
Ya Tuhan! Mengapa ? Langit sunyi-senyap
Biarkan saja siput merangkak didepan, aku kesal di belakang.
Pelankan langkah, tenangkan hati...
Oh? Tiba - tiba tercium aroma bunga, ternyata ini adalah sebuah taman bunga.
Aku rasakan hembusan sepoi angin, ternyata angin malam demikian lembut.
Ada lagi! Aku dengar suara kicau burung, suara dengung cacing.
Aku lihat langit penuh bintang cemerlang.
Oh? Mengapa dulu tidak rasakan semua ini?
Barulah aku teringat, Mungkin aku telah salah menduga!
Ternyata Tuhan meminta siput menuntunku jalan - jalan sehingga aku dapat mamahami dan merasakan keindahan taman ini yang tak pernah kualami kalau aku berjalan sendiri dengan cepatnya.

DOA DAN POLITIK

Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang,untuk raja-raja dan untuk semua pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan.
(I Timotius2:1&2)

Kasus Bank Century, kasus yang saat ini menjadi kasus yang hangat di negara kita tercinta. Memanfaatkan hak angketnya, DPR akhirnya membentuk “Pansus Century”, kendaraan politik untuk mencari fakta-fakta dari kasus ini.

Sidang pansus Century selalu diwarnai perdebatan, bahkan yang tidak relevan dengan kasus Century sendiri, hingga kata-kata kotor terlontar dari mulut para anggota dewan “yang terhormat”. Dinamika demokrasi, begitulah mereka menyebutnya………….
Anehnya, pedebatan diluar batas kewajaran tersebut justru dilakukan oleh saudara-saudara seiman kita.

Beragama Kristen tidak menjamin aktor-aktor di panggung politik kita akan berperilaku Kristen, meski mereka berasal dari partai politik berlabel Kristen sekalipun. Tindakan dalam menyikapi setiap persoalan negara telah memperlihatkan sebagian dari mereka masih jauh dari kesan menjadi terang dan garam bagi bangsa ini.

Pada tahun 1787 sebuah pertemuan khusus diadakan di Amerika Serikat untuk merevisi “Article of Confederation”. Selama berminggu-minggu, para wakil mengkaji ulang sejaarah masa lalu dan menganalisis berbagai bentuk pemerintahan modern untuk mencari pemahaman baru. Namun mereka menemui jalan buntu. Tak ada yang sesuai dengan bangsa yang masih berusia muda ini. Akhirnya seorang pria bernama Benyamin Franklin berdiri dan berkata:

“Dalam situasi pertemuan seperti ini, yang mencari-cari seperti dalam kegelapan untuk menemukan kebenaran politik dan hamper tidak mampu membedakannya ketika dipresentasikan ke hadapan kita, mengapa hal itu berlangsung hingga saat ini tanpa terpikir oleh kita untuk merendahkan hati memohon kepada bapa, Sang Terang, untuk menerangi pengertian kita…..???”

Franklin percaya bahwa ada Allah yang Mahakuasa yang dapat memberikan bimbingan bagi orang-orang yang mencarinya.

Orang Kristen memang tidak dilepaskan dari dunia politik, saat ini kita masih berlabel “Warga Negara Indonesia” tempat TUHAN menitipkan kita sebelum kita layak menjadi “Warga Kerajaan Surga”. Jadi, tak ada halangan bagi kita untuk terjun dalam dunia politik.

Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu.
(Yeremia 29:7)

Memilih untuk tidak terlibat dalam kegiatan politik praktis adalah sebuah pilihan, namun bukan berarti kita harus bersikap skeptis dan apatis. Rasul Paulus mengajarkan kita bahwa perintah ditetapkan oleh Allah dan pemerintah adalah hamba Allah (Roma 13:1-4) dan bahwa kita harus berdoauntuk berdoa bagi pemimpin bangsa dan negara kita(1 Timotius 2:2).

Teladanilah seorang Benyamin Franklin, mari berdoa untuk pemerintah, bangsa, dan negara kita tercinta ini………………….!!!

(Hans “Sheva on 7” Shevcenko)

Daftar Bacaan
Doa dan Politik, Renungan Harian November 1995 (Dennis J. De Haan)

MENGETAHUI SELUK-BELUK MASALAH

Jangan menggeluti masalah. Jangan mengeluh bila masalah menimpa Anda. Sebaliknya, mulailah menyelidiki, karena masalah menyediakan banyak pengetahuan bagi kita. Sesungguhnya, masalah adalah metode utama yang Allah pergunakan untuk mengajar serta menolong kita bertumbuh.

Charles F. Kittening, ilmuwan penyelidik tersohor, juga seorang yang bijaksana, pemikir dan filsuf berbakat penemu jenius tingkat jempolan, terutama dalam dunia otomotif mengutarakan pandangannya mengenai masalah-masalah:
“Saya tidak dapat melakukan apa pun kalau tidak ada masalah. Masalah benar-benar menguatkan pikiran saya. Saya member pesan kepada para asisten agar tidak membawa sukses mereka kepada saya, karena hal seperti itu akan melemahkan saya. Sebaliknya, saya menyuruh mereka membawa masalah-masalahmereka, karena hal itu akan menguatkan saya.”

Jika masalah datang, daripada mengeluh dan bersusah, lebih baik kita berkata kepada Allah: “TUHAN, apakah yang hendak Engkau ajarkan kepadaku?’ kemudian hadapilah masalah itu. Pergunakanlah seluruh kemampuan berpikir dankemampuan berdoa anda. Tuntunan TUHAN yang mengherankan akan anda alami,begitu anda membuka masalah tersebut. Kita akan memperoleh pengetahuan akan cara mengatasinya.

Kadang-kadang banyak orang bertanya: “Mengapa kami memiliki banyak masalah? Tidakkah hidup ini akan lebih indah kalau kami hanya memiliki sedikit masalah? Atau lebih baik lagi kalau masalah-masalah itu gampang-gampang,atau tidak ada masalah sama sekali?’’ Pertanyaan semacam itu didasarkan pada pendapat umum bahwa masalah itu pasti menyimpan benih jahat atau tidak baik.Tetapi sebaliknya,apakah tidak mungkin bahwa masalah itu mengandung hal-hal yang baik? Apakah tidak mungkin bahwa masalah itu justru mengandung kemungkinan serta potensi? Apakah benar akan lebih baik bagi kita, jika kita hanya memiliki sedikit masalah, atau masalah-masalah yang gampang saja, atau malahan tanpa masalah sedikitpun? Jawabnya ialah bahwa mereka yang tidak ingin memiliki masalah, tempatnya adalah dikuburan. Sebab,untuk mereka hidup yang mendatangkan masalah telah berlalu. Mereka sudah berhenti dari pekerjaan mereka. Mereka tidak repot lagi dengan suatu apapun didalam hidup ini. Mereka tidak bermasalah sama sekali. Tetapi mereka mati.

Jadi masalah sebenarnya merupakan bukti adanya kehidupan. Semakin banyak kita mempunyai masalah,itu berarti kita semakin hidup. Jadi dari pada mengeluh,lebih baik bergirang karna kita memiliki masalah. Sebab hal itu akan menunjukkan bahwa kita hidup. ALLAH pun tahu bahwa kita memiliki kesanggupan untuk menghadapi masalah-masalah itu.

Tulisan ini adalah untuk menolong kita melakukan hal-hal tersebut diatas. Anggaplah bahwa setiap masalah sebagai sesuatu yang menyimpan nilai-nilai untuk kebutuhan kita. Jadi ALLAH ingin memberi sesuatu yang berhargan kepada kita, apakah DIA akan membeerikannya diatas talam perak yang indah,yang dengan mudahnya DIA sodorkan kepada kita? Sudah pasti tidak selalu demikian. Kemungkinannya,DIA akan menyembunykannnya didalam pusat umbi pemikiran dalam bentuk suatu masalah pelik. Nilai-nilai yang berharga tersebut mungkin sukar ditemui,tetapi jika kita memandang bahwa setiap masalah hanya sebagai pembungkus yang berharga,dan bukannya sesuatu yang mempersulit kita,maka hasilnya adalah pengetahuan dan kesanggupan yang lebih besar bagikita dibanding dengan waktu-waktu sebelumnya.

Jika Anda memiliki suatu masalah, itu baik ! Karena di balik masalah itu ada sesuatu yang besar dan indah bagi kehidupan Anda. Sekarang apa yang harus Anda lakukan? Pertama-tama jangan takut,dan jangan terpukau oleh masalah itu. Sebenarnya wajah masalah itu tidaklah seram, malahan ia tersenyum kepada Anda dan mengajak anda bermain petak umpet. Sesuatu yang besar sedang tersembunyi di sana. Keistimewaannya ialah bahwa anda harus mencarinya. Sesuatu yang Allah tempatkan di dalam masalah itu adalah bagi anda. Allah memberi anda kesanggupan berpikir untuk mengetahui hal-ikhwl di dalamnya.

Setiap masalah memiliki titik-titik kelemahan. Kita harus mencarinya, setelah menemukannya, kita mulai bisa memecahkannya bagian demi bagian. Pasti kita akan menemukan sesuatu yang berharga didalamnya. Belajarlah menaruh hormat yang dalam terhadap masalah-masalah, karna setiap masalah yang Anda jumpai selalu mengandung pengetahuan dan juga pengertian yang berharga.

Jika anda menghampiri masalah secara rohaniah,disertai upaya mental yang penuh, dan ditambah dengan iman yang sejati, maka pengertian dan tuntunan akan diberikan TUHAN scara luar biasa kepada kita. ALLAH akan memberitahu kita apa yang perlu kita lakukan dengan masalahitu, Kita akan diberi kuasa atas masalah-masalah itu. Tetapi bagaimana kita bisa tahu langkah mana yang harus diambil,keputusan mana yang harus dipilih,jalan mana yang harus ditempuh? Untuk ini ada beberapa cara,tetapi salah satunya adalah metode pintu tertutup.

Kalau suatu pintu tiba-tiba tertutup didepanmu,itu artinya ALLAH sedang menuntun kamu kepintu terbuka lain yang DIA sediakan bagimu. Dengan percaya pada prinsip ini Anda akan menang atas berbagai kekecewaan dan kegagalan dan maju dengan ketetapan hati bahwa akan ada pintu terbuka bagi Anda.
Jadi bersyukurlah atas masalah-masalah kita. Masalah itu penuh dengan nilai-nilai yang berharga bagi kita,jika kita percaya.
Cara bertidak:
1. Jangan bergumul dengan masalah. Selalu ajukan pertanyaan ini:’’Apakah yang ALLAH katakan kepada saya melalui masalah ini?’’
2. Bergembiralah dengan banyak masalah yang anda miliki, karna semuanya ini menunjukkan bahwa anda hidup.
3. Percayalah bahwa masalah tidak mengandung hal-hal yang jahat, tetapi yang baik.
4. Ketahuilah bahwa dalam setiap masalah terkandung nilai-nilai yang amat berharga bagi kita.
5. Dekatilah setiap masalah dengan resep: bepikir-berdoa-percaya.
6. Majulah terus melalui keyakinan akan pintu terbuka yang ALLAH siapkan bagi kita.

(Norman Vincent Peale, 7 Langkah untuk Mengatasi Masalah Saudara halaman 12-16 , PBMR ANDI 1997)

FULLY LOADED PERSON

Tujuh belas tahun aku bekerja dengan ayahku, mengedit khotbahnya. TUHAN sedang bekerja di balik layar dalam hidupku. Ia sedang bekerja di belakang layar di dalam hidup Anda sekarang. Anda tidak tahu kemana TUHAN akan membawa Anda. Anda tidak bekerja dengan orang-orang, Anda sedang bekerja dengan TUHAN. TUHAN bekerja lebih banyak dari pada apa yang Anda lihat dan Anda rasakan. Kadang-kadang TUHAN menggunakan penderitaan dan kekurangan Anda untuk mendorong Anda ke dalam tujuan Ilahi Anda.

TUHAN tidak menciptakan Anda sebagai manusia biasa. Jika Anda tidak melangkah ke dalam takdir dan tujuan Anda, dunia tidak akan bersinar seterang dan seindah yang seharusnya. TUHAN telah memperlengkapi Anda persis seperti apa yang Anda perlukan. Jika Anda ingin berbeda, TUHAN telah membuat Anda berbeda…………...!!!

“YOU ARE FULLY LOADED AND TOTALLY EQUIPPED”
(Anda telah terisi penuh dan diperlengkapi secara total)

Ketika Anda mencoba untuk menjadi orang lain atau sesuatu yang bukan diri Anda, saat itulah frustasi akan menghampiri kehidupan Anda. Anda diurapi untuk menjadi Anda. Jika orang lain mempunyai sesuatu yang tidak Anda punyai, Anda tidak memerlukan itu. Ketimbang melihat sesuatu yang tidak Anda punyai dari seseorang, lihatlah ke dalam diri Anda….!!! Lihatlah apa yang Anda punyai………!!!

Pintu yang luar biasa akan terbuka untuk Anda. TUHAN sedang bernafas ke dalam gagasan dan kepercayaan Anda. Anda dapat melalui tiap-tiap rintangan. Anda dapat melakukan sesuatu sebagaimana TUHAN telah menciptakan Anda untuk dapat melakukannya...TUHAN mengharapkan Anda melakukan apa yang dapat Anda lakukan, sebelum ia bertindak bagi Anda. Jangkaulah potensi anda dan lakukan apa yang bisa anda lakukan.......!!! Manusia adalah alami (natural), dan TUHAN itu luar biasa (super). Lakukanlah hal-hal natural, kemudian TUHAN akan melakukan yang supernatural untuk membuat segala sesuatunya sempurna…….

Anda adalah sidik jari TUHAN di mana pun Anda berada. Banyak orang memilih tinggal di zona yang aman, namun Anda haru berpindah ke zona iman. Anda tidak bisa maju bila Anda kurang menghargai diri sendiri. Anda harus mengetahui bahwa Anda telah terisi penuh dan diperlengkapi secara total. TUHAN telah memiliki solusi sebelum Anda memiliki sebuah masalah. Pergunakanlah apa yang Anda punya, biarkan sang “GURU” masuk, ia akan meletakkan keluarbiasaannya (super) di atas kealamian (natural) Anda…..

Saat Anda melangkah ke tujuan, TUHAN akan muncul. Anda harus meletakkan permintaan dengan iman. Harapkanlah keberanian yang tidak Anda punyai sebelumnya. TUHAN akan memberikan segala sesuatunya kepada orang yang benar dalam kesempatan yang benar. TUHAN akan mengambil hal-hal yang biasa (ordinary) dalam hidup Anda dan membuatnya menjadi luar biasa (extraordinary). Tidak ada hal-hal baik yang akan ditahan TUHAN ketika Anda berjalan di jalan kebenaran.

Mungkin saat ini Anda belum menyadari dan mengetahui talenta Anda, namun ketika Anda telah mengetahuinya, berbagilah dengan dunia ini sebelum Anda meninggalkannya……..!!!

(Joel Osteen, Night of Hope, Yankee Stadium NYC’s, April 25th 2009)

GBUs…………………………………!!!

JANGAN PERNAH MERASA KECEWA

INDAH PADA WAKTUNYA
Seekor ulat jatuh cinta pada edelweiss indah di tebing gunung.
Ia pun mulai mendaki dan mendaki.
Sebongkah batu di tebing itu,
yang diharapkan menjadi pijakan baginya.
Ternyata tak cukup kuat menahan berat badannya.
Batu itu terlepas dan jatuh,
membuatnya ikut jatuh dan terhempas…..
Ia mencoba mendaki tebing itu kembali,
namun edelweiss itu sudah terlalu jauh…
Sepertinya tak mungkin untuk menggapainya lagi…

Akhirnya ia bertanya:
“Mengapa TUHAN…………???
Mengapa engkau menciptakanku menjadi ulat jelek, pengecut dan pecundang…………???
Mengapa aku tidak bisa menggapai edelweiss itu………..???”

TUHAN pun menjawabnya:
“Ingatlah AKU hanya membuat segala sesuatu indah pada waktunya,
waktumu belum tiba.
Engkau masih harus dibentuk dan diubah.
Menyendirilah bersamaku,
gantungkan hidupmu pada dahan-KU,
pertanyakan motivasimu,
introspeksi diri, berdoa dan berpuasa hingga AKU merubahmu,
membungkusmu dari keinginan duniamu dengan kepompong kasih karunia dan Roh-KU
dan membuatmu lahir baru menjadi seekor kupu-kupu…..

Bila engkau telah menjadi seekor kupu kupu,
bukankah akan lebih mudah untuk menggapainya ….???
Bukankah engkau akan lebih berharga baginya ….???
Jika engkau menggapainya saat engkau masih seekor ulat,
bukankah engkau hanya akan memakan daun-daunnya….??
Bukankan engkau hanya akan merusak edelweiss itu ….???
Ia mungkin tak akan menghasilkan bunganya yang abadi………….

Saat engkau telah menjadi seekor kupu-kupu,
engkau dapat mengisap madu keabadiannya,
membantu penyerbukannya
dan menjadi simbiosis alam yang harmonis, indah, dan sempurna….

Namun bila tak kau jumpai lagi edelweiss itu,
Itu berarti, ia memang tak KU-ciptakan untukmu
Ingatlah di puncak gunung itu,
AKU telah menciptakan edelweiss yang lebih indah untukmu…

Jangan pernah kecewa pada edelweiss apalagi batu pijakan itu,
Ingatlah bahwa melalui mereka engkau telah lebih mengenal-KU,
dan menemukan jalanmu berubah menjadi kupu-kupu…..”

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

Ditolak, sebuah hal yang biasa dalam hidup ini, nabi-nabi dalam Alkitab, bahkan YESUS sendiri mengalaminya ketika ia datang ke dunia ini. Namun terkadang kita menganggap TUHAN tak mau menjawab doa dan keinginan kita. Ingatlah, ketika TUHAN belum menjawab doa kita, itu berarti kita belum siap untuk menerimanya (2 Korintus 12:8&9). Ia masih ingin merubah dan membentuk kita (Daniel 12:10) dan menunggu waktu terbaik untuk memberikannya. Bahkan mungkin TUHAN tidak akan memberikan apa yang kita minta, karena Ia telah menyiapkan yang lebih baik dari apa yang kita minta, pikirkan, dan harapkan (Ibrani 11:40).

Rancangan TUHAN bukanlah rancangan manusia (Yeremia 29:11; Yesaya 55:8&9). Ketika ia belum menjawab doa kita, perhatikanlah doa dan motivasi kita, mungkin kita telah salah berdoa, Mungkin kita hanya memaksakan kehendak pada TUHAN dan tak pernah menanyakan apa kehendak TUHAN (Amsal 16:9; Roma 8:25-27).

Ingatlah, doa tak mungkin merubah takdir dan ketetapan TUHAN, doa hanya merubah hati, tanggapan, sikap dan cara kita menghadapi kehidupan, hingga kita melihat dan mendengar dari sudut pandang TUHAN dan bertindak menurut cara-NYA ….

Dalam film Fireproof, Stephen Kendrick dan Alex Kendrick mengisahkan seorang pemadam kebakaran bernama Caleb Holt, yang mengenal TUHAN saat ia berusaha mempertahankan cinta dan perkawinannya dari perceraian. TUHAN telah menggunakan kasih eross Caleb terhadap isterinya, Catherine, untuk menemukan kasih agape TUHAN. TUHAN selalu punya cara untuk membuat kita mengenalnya, membuat kita berubah dan menyadari bahwa kita kita begitu terbatas tanpa-NYA.

Saat Caleb menceritakan masalahnya pada rekan kerjanya, sahabatnya itu berkata:
“The treadmill’s is not broken, but if you don’t know how to run it, it ain’t gonna work for you.”

Perasaan, cinta, waktu, keadaan, dan kehidupan tak pernah salah, TUHAN selalu membuat segala sesuatu indah pada waktunya (Pengkhotbah 3:11). Tanggapan, motivasi, sikap, dan cara kita menanggapi dan menghadapinyalah yang salah ……..

Saat kita terjatuh, TUHAN tak pernah meninggalkan kita (Ratapan 3:32, Ibrani 13:5), Ia hanya ingin menumbuhkan iman kita, Ia ingin kita belajar melakukannya dengan lebih keras dan dengan cara yang lebih baik. TUHAN selalu bekerja bersama kita untuk mendatangkan kebaikan (Roma 8:28), dan berjalan bersama kita menuju damai sejahteranya (Yeremia 29:11)……..

Jangan pernah kecewa pada orang-orang yang telah menolak dan membuatmu terjatuh….!!!
Bukankah kita telah berulang-kali menolak TUHAN namun ia tak pernah kecewa…???
Jangan dari sahabat menjadi musuh (Sirakh 5:15), mereka hanya dipakai TUHAN untuk mengarahkanmu ke jalan yang seharusnya kau tempuh…….!!!

……………………………………………………………………………………………………………………..

Saat dicari, cinta adalah rasa sakit dari tulang dan daging,
Hanya jika kau telah melaluinya,
Rasa sakit itu menjelma pengetahuan yang memperkaya jiwa….

Cinta adalah anugrah terindah dan terbesar dari TUHAN,
Kekuatan untuk mencintai tidak akan pernah direnggut,
Dari manusia penuh berkat yang mencinta……….

Penting bagimu untuk memiliki perasaan cinta dalam hatimu,
dalam bentuk dan wujud apapun.
Penting pula bagimu untuk dicintai.
Lebih muda mencintai daripada dicintai
Jika kau mencintai,
kau pasti akan mencapai sang kekasih
suatu hari nanti…………..!!!

Cinta akan memahkotai dan menyalibmu,
menumbuhkan dan memangkasmu,
mengangkatmu naik,
membelai ujung-ujung rantingmu yang gemulai
dan membawanya ke matahari.
Tapi cinta juga akan mencengkeram,
menggoyang akar-akarmu
hingga tercabut dari bumi.

Bagai seikat gandum
ia satukan dirimu dengan dirinya.
Menebahmu hingga kau telanjang.
Menggerusmu agar kau terbebas dari kulit luarmu.
Menggilasmu untuk memutihkan.
Melumatmu hingga kau jadi liat,
kemudian ia membawamu ke dalam api sucinya,
hingga engkau jadi roti suci perjamuan kudus bagi TUHAN.

Ketika engkau mencintai jangan engkau berkata:
“TUHAN ada di dalam hatiku”
tapi katakanlah: “Aku ada di dalam hati TUHAN.”
Dan jangan berpikir engkau dapat memilih jalan sendiri karena cinta,
sebab jika ia berkenan maka dialah yang akan mengarahkan jalanmu……

(Kahlil Gibran)


"Love means you never say you're sorry."
(Eric Segal - Love Story)


GBUs………………………….!!! 

(Hans “Sheva on 7” Shevchenko)

Monday, January 25, 2010

HAPPY ADVERSITY….!!!

Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan,
(Yakobus 1:2)

Saat kau terjatuh, hatimu terluka
Saat kau berlari dan tak sanggup kau lanjutkan langkahmu
Kemanakah kau cari harapmu?
Saat kau mencoba, namun kau tak sanggup
Saat kau kehilangan sesuatu yang tak bisa kau gantikan
Kemanakah kau cari harapmu…..???
(Mentari-Sobat)

Sudah pernah dengar lagunya Sobat yang di atas belum???
Yah, dalam perjalanan hidup ini cobaan selalu datang silih berganti. Gagal, kehilangan orang-orang yang kita sayangi, jatuh sakit, dll. Semua berjalan tidak seperti yang kita harapkan. Dari sudut pandang kita, kemalangan jelas bukanlah kebahagiaan. Kita berpikir hidup orang Kristiani selalu bebas dari masalah, dan kita tak melihat makna dalam penderitaan. Namun Allah memandangnya dengan berbeda.

Banyak orang akan disucikan dan dimurnikan dan diuji, tetapi orang-orang fasik akan berlaku fasik; tidak seorang pun dari orang fasik itu akan memahaminya, tetapi orang-orang bijaksana akan memahaminya.
(Daniel 12:10)

Karena walau Ia mendatangkan susah, Ia juga menyayangi menurut kebesaran kasih setia-Nya.
(Ratapan 3:32)

Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. (Roma 5:3&4)

Di tempat itu mereka menguatkan hati murid-murid itu dan menasihati mereka supaya mereka bertekun di dalam iman, dan mengatakan, bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara.
(Kisah Para Rasul 14:22)

“Ketika sesala jenis ujian dan cobaan menyesakkan hidupmu, Saudaraku, jangan membenci mereka sebagai pengacau, tetapi sambutlah mereka sebagai kawan! Sadarilah bahwa cobaan-cobaan itu datang untuk menguji imanmu dan menghasilkan daya tahan bagimu”
(J.B. Phillips)

When you have a problem, instead of saying “Oh, my God, I have a big problem”, say “Hi, problem, I have a big God….!”
(Author Unknown)

Ketika TUHAN mengujimu, jangan pernah putus asa, apalagi mengundurkan diri dari kehidupan........!!! Tidak ada masalah yang terlalu besar ketika kita berharap dan menyerahkan semuanya kepada TUHAN. Ketika kita menganggap sebuah masalah terlalu besar, kita menganggap TUHAN terlalu kecil untuk menyelesaikannya.

Untuk membentuk sebuah perkakas dari besi, ia harus dibakar, ditempa dan dipukul berulang kali di atas landasan, diasah dan ditajamkan. Meski pun ia berasal dari besi rongsokan, rusak, tumpul, dan berkarat. Di tangan “Sang Pandai Besi” ia dapat menjadi perkakas yang berguna. Demikian pula emas harus dimasukkan ke dalam api pembakaran untuk dimurnikan. Semakin lama ia dibakar, semakin murni emas itu.

TUHAN meletakkan kita di atas api pembakaran atau landasan penempaan dan mengijinkan kita dicobai untuk membentuk dan menguatkan kita (II Korintus 12:10),dan memurnikan kita (Mazmur 12:7) agar kita siap dan layak mendapatkan mahkota kerajaan-NYA. Ingatlah, dalam semuanya itu, IA tidak pernah meninggalkkan kita tetapi selalu bekerja dan berjalan melaluinya bersama kita.

"Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."
(Ibrani 13:5)

Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya
(I Korintus 10:13)

Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.
(Roma 8:28)

Kuminta dari TUHAN setangkai bunga indah,
Ia beri aku katus jelek berduri,
Ku minta kupu-kupu, ia beri aku ulat jelek bebulu…
Musim semi pun tiba,
Kaktus itu berbunga indah sekali.
Kupu-kupu itu pun berubah menjadi seekor kupu-kupu yang indah..
Itulah jalan TUHAN,
Selalu indah pada waktunya….
(Author Unknown)

Terkadang TUHAN memberikan hadiah terindah dalam hidup kita dalam kemasan masalah yang jelek, tidak menarik dan sama sekali bertolak belakang dengan keinginan kita. Namun jika kita menerimanya dengan sabar dan menangani “hadiah” itu dengan baik, Ia telah menyediakan berkat dibaliknya, ia akan merubah penderitaan itu menjadi sukacita yang luar biasa.

Sahabat, cobalah melihat setiap masalah dari sudut pandang TUHAN!. Jangan mengeluarkan keluhan ataupun sungut-sungut di hadapan Tuhan (Efesus 5:20). Doa, introspeksi dan meditasi akan membuka mata hatimu. Orang yang bersedih memusatkan diri pada masalah, namun orang yang menyembah memusatkan diri pada penyelesaian masalah. Ketika sebuah masalah datang, TUHAN telah menyiapkan berkat yang indah dan damai sejahtera dibalik semua itu. Ketimbang meratapi masalah, pikirkanlah berkat TUHAN. Sebuah masalah terlalu kecil dibandingkan berkat TUHAN yang tersembunyi di baliknya.

Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.
(Yeremia 29:11)

Sebab Allah telah menyediakan sesuatu yang lebih baik bagi kita;
(Ibrani 11:40a)

Yakinlah dalam iman dan pengharapan akan janji TUHAN dan teruslah bernyanyi………

Tahukah kau mentari tercipta untukmu
Selalu menyinari setiap langkahmu
Begitupun cinta-NYA untukmu
Tak henti menyinari lelah jiwamu
Kuatkan hatimu,
Teruskan langkahmu……………………..!!!

Selamat menderita, sahabat………….!!!


(Hans “Sheva on 7” Shevchenko)

KASIH ITU TIDAK CEMBURU

Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. (I Korintus 13:4)

Benarkah cemburu itu tanda cinta? Apakah cinta dan cemburu itu dua perasaan yang sama? Apakah tindakan yang dilakukan keduanya sama?
Tampaknya TIDAK…..! orang yang mencintai mau berkorban banyak hal demi membuat kekasihnya tersenyum bahagia. Orang yang sedang cemburu biasanya tidak mampu melakukan sesuatu yang membuat kekasihnya tersenyum bahagia. Orang yang sedang

Cemburu biasanya muncul dalam bentuk panas hati, bahkan ia sangat dekat dengan iri hati. Perasaan seperti ini membuat kita memikirkan hal-hal yang jahat tentang orang lain, bahkan tentang orang yang katanya kita kasihi itu (Bilangan 5:14). Lihatlah saudara-saudara Yusuf (Kejadian 37:1-36) yang terbakar cemburu karena sikap ayah mereka yang lebih menyayangi Yusuf. Tidak ada hal baik yang mereka pikirkan tentanng yusuf hingga mereka tega menjualnya. Tidak juga ada rasa gentar dalam hati mereka ketika melihat Yakub, ayah mereka, sangat berduka.

Cemburu biasanya dilatarbelakangi oleh rasa memiliki dan rasa kurang percaya diri. Keduanya tidak sehat dan sama sekali tidak menunjukkan kualitas kasih yang kita miliki. Kecemburuan menandakan bahwa kita menggunakan orang lain untuk membuat diri kita merasa nyaman dan bahagia. “Jika ia besama saya, saya bahagia. Namun, jika ia mulai dekat dengan orang lain, kebahagiaan saya terancam, maka saya berhak untuk marah.”

Sahabat, kita dapat mengatasi cemburu. Pertama-tama kita perlu menyadari bahwa kebahagiaan kita tidak terletak pada orang lain yang kita kasihi. Selanjutnya, kita harus memahami bahwa kasih itu berasal dari Allah dan diteruskan melalui kita. Selama kita memiliki kasih yang demikian, cemburu tidak akan menguasai kita.

Apa yang terjadi ketika Anda cemburu?
Ketika Anda cemburu, siapa yang sebenarnya anda cintai: diri Anda atau orang lain?

Sumber: Youth for Christ Vol. 01 Tahun-V dengan perubahan.